Home ›› Koridor Hukum ›› Proses Cerai Jarak Jauh

Proses Cerai Jarak Jauh

Dibaca hari ini 9, Keseluruhan 2956 kali

Saya, seorang ibu rumah tanga, yang saat ini kerja di Hongkong. Saya sudah berumah tangga 6 tahun dan dikaruniai seorang putra. Selama berumah tangga, suami tak pernah menafkahi keluarga. Bagaimana caranya mengurus perceraian jarak jauh atau lain negara? Terima kasih untuk jawaban Bapak.

Nani – via email

Pada prinsipnya, mengurus perceraian jarak jauh atau lain negara sama dengan mengurus perceraian di dalam negeri. Alasannya, hukum yang digunakan tetaplah hukum Indonesia, sebab Ibu menikah di Indonesia dan tunduk pada hukum Indonesia.
Menurut Pasal 19 PP No. 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, perceraian dapat terjadi apabila:

  1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lain-lain yang sukar disembuhkan.
  2. Salah satu pihak meninggalkan yang lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.
  3. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
  4. Salah satu pihak melakukan tindak kekerasan atau penganiayaan yang membahayakan pihak lain.
  5. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang menyebabkan tidak dapat menjalani kewajibannya sebagai suami atau istri.
  6. Antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan lagi untuk hidup rukun.

Menurut Pasal 73 Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama (UU Peradilan Agama) dinyatakan bahwa perkara gugatan perceraian dapat diajukan oleh istri atau kuasanya. Berikut rumusan Pasal 55 UU Peradilan Agama:
Gugatan perceraian diajukan oleh istri atau kuasanya kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman penggugat, kecuali apabila penggugat dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa izin tergugat.”
Jadi, Ibu harus menunjuk kuasa atau wakil di Indonesia untuk mengurus perceraian Ibu. Jika Ibu beragama Islam, perkara perceraian diajukan di Pengadilan Agama. Hal tersebut dinyatakan di dalam Pasal 1 Angka 1 UU Peradilan Agama, Peradilan Agama adalah peradilan bagi orang-orang yang beragama Islam. Sebaliknya, jika Ibu beragama non-Islam, perkara diajukan di Peradilan Umum.
Diasuh oleh Hotma P.D. Sitompoel, S.H., M.Hum dan LBH Mawar Saron/foto: net

 

About tabloid nyata

tabloid nyata
Tabloid Nyata Adalah tabloid mingguan yang menyajikan beragam berita hiburan untuk keluarga.Dikemas dengan bahasa yang mampu menggugah perasaan