Home ›› Koridor Hukum ›› Menikahi Anak di Bawah Umur

Menikahi Anak di Bawah Umur

Dibaca hari ini 8, Keseluruhan 1417 kali

Saya, ibu rumah tangga yang tinggal di Balikpapan. Saya punya masalah dengan anak perempuan saya yang masih kelas satu SMA. Anak saya kabur dari rumah, karena kami tak menyetujui dia pacaran. Pacar anak saya sendiri masih kuliah.
Sebulan yang lalu saya menerima kabar bahwa anak saya telah dinikahi oleh pacarnya dengan alasan untuk menghindari dosa. Kami sekeluarga bingung sekali menghadapi masalah ini, terlebih usia anak saya yang masih sangat muda (15 tahun).
Langkah hukum apa yang dapat saya lakukan? Mohon pencerahannya agar masalah ini bisa diselesaikan secara benar menurut hukum. Terima kasih.

Rina – via email

Sebelumnya, kami turut prihatin dengan masalah yang saat ini Anda hadapi. Untuk menjawab pertanyaan Anda, ada beberapa hal yang patut dipahami sebelumnya.
Pada dasarnya, perkawinan atau pernikahan dapat terjadi karena memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Menurut Pasal 6 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan:

  1. Perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.
  2. Untuk melangsungkan perkawinan, seseorang yang belum mencapai 21 tahun harus mendapat izin kedua orang tua.
  3. Dalam hal seorang dari kedua orang tua telah meninggal dunia atau dalam keadaan tidak mampu menyatakan kehendaknya, maka izin dimaksud ayat 2 pasal ini cukup diperoleh dari orang tua yang mampu menyatakan kehendaknya.
  4. Dalam hal kedua orang tua telah meninggal dunia atau dalam keadaan tidak mampu untuk menyatakan kehendaknya, maka izin diperoleh dari wali, orang yang memelihara atau keluarga yang mempunyai hubungan darah dalam garis keturunan lurus ke atas selama mereka masih hidup dan dalam keadaan dapat menyatakan kehendaknya.
  5. Bila ada perbedaan pendapat di antara mereka, maka pengadilan dapat memutuskan. Tapi, terlebih dahulu mendengar pendapat orang-orang yang terkait.
  6. Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya.

Sementara syarat sahnya perkawinan dalam hukum Islam adalah:
a. Mempelai perempuan halal dinikahi oleh laki-laki yang akan menjadi suaminya.
b. Dihadiri dua orang saksi laki-laki.
c. Ada wali mempelai perempuan yang melakukan akad.
Sementara menurut  Pasal 71 Kompilasi Hukum Islam (KHI), perkawinan dapat dibatalkan apabila:

  1. Seorang suami melakukan poligami tanpa izin Pengadilan Agama.
  2. Perempuan yang dikawini ternyata kemudian diketahui masih menjadi istri pria lain yang mafqud (hilang).
  3. Perempuan yang dikawini ternyata masih dalam masa iddah dari suami lain.
  4. Perkawinan yang melanggar batas umur perkawinan, sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 7 Undang-Undang No. 1 tahun 1974.
  5. Perkawinan dilangsungkan tanpa wali atau dilaksanakan oleh wali yang tidak berhak.
  6. Perkawinan yang dilaksanakan dengan paksaan.

Dalam kasus anak Anda, maka perkawinannya dapat dibatalkan. Karena, anak Anda masih berusia 15 tahun. Hal itu bertentangan dengan ketentuan Pasal 6 UU Perkawinan yang menyatakan bahwa usia minimal bagi wanita untuk melangsungkan perkawinan adalah 16 tahun. Perkawinan anak Anda juga tidak sah secara Islam karena tidak adanya wali nikah
Selain melanggar ketentuan yang terdapat di dalam UU Perkawinan, juga bertentangan dengan UU Perlindungan Anak. Di dalam Pasal  1 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan ”anak adalah seorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih didalam kandungan.”
Secara pidana, pacar anak Anda juga dapat dijerat dengan Pasal 332 ayat 1 KUHP, “Barang siapa melarikan perempuan yang di bawah umur tanpa persetujuan orang tuanya atau walinya dengan maksud untuk memiliki perempuan itu baik dengan perkawinan maupun tanpa perkawinan, dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun.
Menurut Pasal 332 KUHP, meski perempuan yang dibawa lari itu atas kemauan sendiri, tetapi karena masih di bawah umur dan tanpa izin orang tua atau walinya, maka yang melarikan perempuan tersebut tetap dapat dihukum.
Sekian jawaban kami, semoga bermanfaat.
Diasuh Hotma P.D. Sitompoel, S.H., M.Hum dan LBH Mawar Saron/foto: net

About tabloid nyata

tabloid nyata
Tabloid Nyata Adalah tabloid mingguan yang menyajikan beragam berita hiburan untuk keluarga.Dikemas dengan bahasa yang mampu menggugah perasaan