Home ›› Koridor Hukum ›› Menikah dengan Sesama Jenis

Menikah dengan Sesama Jenis

Dibaca hari ini 9, Keseluruhan 820 kali

foto: net

Beberapa waktu lalu, anak saya menikah dengan seorang pria (X) yang merupakan anak teman saya. X lama menetap di Belanda, karena sekolah dan bekerja. Kemudian, X dan anak saya berbulan madu ke Belanda.
Selama di Belanda, anak saya sering melihat keanehan perilaku suaminya. Suaminya sering menginap di apartemen teman laki-lakinya. Dan, suatu hari anak saya memergoki suaminya berciuman dengan teman lelakinya itu.
Setelah saya selidiki, ternyata X pernah menikah dengan teman lelakinya itu. Perlu diketahui, di Belanda, pernikahan sesama jenis diperbolehkan. Apakah saya bisa melaporkan X ke polisi? Dan, apakah anak saya menggugat cerai? Terima kasih.

NN- via email
 
Kami turut prihatin terhadap permasalahan yang ibu hadapi. Perkawinan yang dikenal hukum Indonesia yaitu yang diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 (UU Perkawinan),
Ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dari pasal ini, jelas di Indonesia tidak mengenal perkawinan sesama jenis. Karena itu, Ibu sebagai keluarga dapat mengajukan pembatalan perkawinan. Menurut Pasal 23 UU Perkawinan, yang dapat mengajukan pembatalan perkawinan, yaitu

  1. Para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau istri.
  2. Suami atau Istri.
  3. Pejabat yang berwenang hanya selama perkawinan belum diputuskan.
  4. Pejabat yang ditunjuk tersebut ayat (2) Pasal 16 Undang-Undang ini dan setiap orang yang mempunyai kepentingan hukum secara langsung terhadap perkawinan tersebut, tetapi hanya setelah perkawinan itu putus.

Pembatalan perkawinan dapat dilakukan atau diajukan ke pengadilan di wilayah hukum perkawinan dilangsungkan atau di tempat tinggal suami-istri, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 25 UU Perkawinan.
X dalam hal ini juga melakukan penipuan terhadap asal-usul perkawinan. Untuk itu, X dapat dikenai Pasal 279 ayat (1) ke-1 dan ayat (2), yaitu:
(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun:
ke-1 barangsiapa mengadakan pernikahan padahal mengetahui bahwa pernikahan atau pernikahan-pernikahannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu…
(2) Jika yang melakukan perbuatan yang diterangkan dalam ke-1, menyembunyikan kepada pihak lainnya bahwa perkawinan-perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Karena X tidak memberitahukan perkawinannya yang terdahulu, maka Ibu dapat melapor kepada pihak kepolisian. Demikian penjelasan kami, semoga dapat membantu menghadapi permasalahan Ibu. Terima kasih.
Diasuh Hotma P.D. Sitompoel, S.H., M.Hum dan LBH Mawar Saron

 

 

About tabloid nyata

tabloid nyata
Tabloid Nyata Adalah tabloid mingguan yang menyajikan beragam berita hiburan untuk keluarga.Dikemas dengan bahasa yang mampu menggugah perasaan