Home ›› Koridor Hukum ›› Khawatir Tanah Hibah Ditarik

Khawatir Tanah Hibah Ditarik

Dibaca hari ini 12, Keseluruhan 3024 kali

Istri saya mendapat hibah sebidang tanah dari orangtuanya, berakta hibah yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Tapi, saat ini hubungan istri dengan saudara-saudara lainnya menjadi kurang baik.
Yang ingin saya tanyakan, apakah mertua bisa menarik kembali tanah hibah itu? Saya khawatir saudara-saudara istri saya memengaruhi mertua untuk menarik kembali hibah yang telah diberikan. Terima kasih.

Marwan – Banten

Sebelumnya, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu apa itu hibah. Hibah diatur di dalam Pasal 1666 KUHPer, ”Penghibahan adalah suatu persetujuan dengan mana seorang penghibah menyerahkan suatu barang secara cuma-cuma, tanpa dapat menariknya kembali, untuk kepentingan seseorang yang menerima penyerahan barang itu. Undang-Undang hanya mengakui penghibahan-penghibahan antara orang-orang yang masih hidup.”
Pada prinsipnya, benda yang sudah dihibahkan tidak dapat ditarik kembali menjadi hak milik pemberi hibah. Namun, di dalam ketentuan Pasal 1688 KUHPer terdapat beberapa pengecualian, yang menyatakan bahwa pada beberapa keadaan tertentu hibah dapat ditarik kembali. Keadaan tersebut antara lain:
1. Jika syarat-syarat penghibahan itu tidak dipenuhi oleh penerima hibah.
2. Jika orang yang diberi hibah bersalah dengan melakukan atau ikut melakukan suatu usaha pembunuhan atau suatu kejahatan lain atas diri penghibah.
3. Jika penghibah jatuh miskin, sedang yang diberi hibah menolak untuk memberi nafkah kepadanya.
Tapi, apabila mertua Anda membuat perjanjian yang menyatakan bahwa ia tetap berhak mengambil benda-benda yang telah dihibahkannya (dalam hal ini, istri Anda beserta keturunannya meninggal dunia terlebih dahulu daripada si mertua), maka mertua berhak untuk mengambil kembali benda-benda yang telah diberikannya (Pasal 1672 KUHPer).
Jadi, pada dasarnya hibah tidak dapat dicabut dan tidak dapat dibatalkan. Tapi, pemberi hibah dapat mengambil kembali benda yang dihibahkan apabila sebelumnya ada perjanjian yang diatur dalam pasal 1688 KUHPer. Sekian jawaban kami. Semoga bermanfaat.
Diasuh Hotma P.D. Sitompoel, S.H., M.Hum dan LBH Mawar Saron/foto: net

About tabloid nyata

tabloid nyata
Tabloid Nyata Adalah tabloid mingguan yang menyajikan beragam berita hiburan untuk keluarga.Dikemas dengan bahasa yang mampu menggugah perasaan