Home ›› Koridor Hukum ›› Jual Tanah Hibah

Jual Tanah Hibah

Dibaca hari ini 49, Keseluruhan 1115 kali

Saya mendapat hibah sebidang tanah dari paman. Paman saya tidak memiliki keturunan. Awalnya, setengah dari tanah tersebut dijual kepada salah seorang keluarga, sebut saja A. Tapi, A belum melunasi harga tanahnya. Tanpa sepengetahuan paman saya, tanah itu dijual ke orang lain dan sudah ada AJB (akta jual beli).
1. Apakah AJB itu sah di mata hukum ?
2. Apakah saya dapat menindaklanjuti permasalahan itu dengan melapor ke pihak berwajib? Karena saya adalah pihak yang mendapat hibah tanah tersebut.
Atas jawaban Bapak, saya ucapkan terima kasih.

CN – via email

Terima kasih atas pertanyaan yang Anda ajukan. Sebelumnya, kami turut prihatin terhadap permasalahan yang Anda hadapi. Dari pertanyaan yang Anda ajukan, tidak dijelaskan status tanah itu. Kami berasumsi, status tanah itu hak milik. Menurut Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria, ”Hak milik adalah hak turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah, dengan mengingat ketentuan dalam Pasal 6.”
Prinsipnya, kepemilikan suatu tanah dibuktikan dengan adanya sertifikat tanah. Mengenai pertanyaan Anda mengenai apakah Akta Jual Beli sah di mata hukum, kami berpendapat bahwa akta jual beli memang dapat membuktikan telah terjadi jual beli atas sebidang tanah.
Namun, untuk pembuktian yang kuat mengenai kepemilikan atas tanah, hanya dapat dibuktikan dengan sertifikat tanah. Hal tersebut ditegaskan dalam Pasal 32 PP 24/1997.
(1) Sertifikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya, sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan.
(2) Dalam hal atas suatu bidang tanah sudah diterbitkan sertifikat secara sah atas nama orang atau badan hukum yang memperoleh tanah tersebut dengan itikad baik dan secara nyata menguasainya, maka pihak lain yang merasa mempunyai hak atas tanah itu tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya sertifikat itu tidak mengajukan keberatan secara tertulis kepada pemegang sertifikat dan Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak mengajukan gugatan ke Pengadilan mengenai penguasaan tanah atau penerbitan sertifikat tersebut.
Dalam kasus Anda, Anda tidak menyatakan apakah sudah melakukan pengecekan ke Badan Pertanahan Nasional. Bila memang belum dilakukan, maka Anda beserta paman Anda harus segera melakukan pengecekan. Jika Badan Pertanahan Nasional masih mencatat bahwa paman Anda merupakan pemilik sebidang tanah tersebut, maka hak milik masih terdapat pada paman Anda.
Sementara syarat tercapainya suatu jual beli menurut Sutedi, mencakup syarat materiil dan formiil. Syarat materiil, yaitu:

  1. Pembeli berhak membeli tanah yang bersangkutan. Pembeli sebagai penerima hak harus memenuhi syarat untuk memiliki tanah yang dibelinya.
  2. Penjual berhak menjual tanah yang bersangkutan. Bila paman Anda merupakan pemegang sertifikat hak milik atas sebidang tanah tersebut dan belum dialihkan, maka hanya paman Anda yang dapat menjual tanah tersebut.
  3. Tanah hak yang bersangkutan boleh diperjualbelikan dan tidak sedang dalam sengketa.
  4. Tanah hak yang dapat diperjualbelikan adalah hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, dan hak pakai.

Bila syarat materiil tersebut tidak dapat dipenuhi oleh kedua belah pihak, maka jual beli tanah tersebut adalah tidak sah. Jual beli tanah yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak batal demi hukum.
Bila kepemilikan memang telah beralih kepada Anda (karena hibah) dan Anda  tercatat sebagai pemilik atas sebidang tanah tersebut, maka Anda berhak untuk menggugat orang tersebut atau si A. Sebab, dia tidak berhak atau tidak mempunyai kapasitas untuk melakukan penjualan. Namun, karena ini merupakan permasalahan antara Anda dengan keluarga, hendaknya diselesaikan secara kekeluargaan.
Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu meringankan permasalahan Anda. Terima kasih.
Diasuh Hotma P.D. Sitompoel, S.H., M.Hum dan LBH Mawar Saron/foto: net

About tabloid nyata

tabloid nyata
Tabloid Nyata Adalah tabloid mingguan yang menyajikan beragam berita hiburan untuk keluarga.Dikemas dengan bahasa yang mampu menggugah perasaan