Home ›› Koridor Hukum ›› Hak Waris Anak Angkat

Hak Waris Anak Angkat

Dibaca hari ini 40, Keseluruhan 1856 kali

Saya mempunyai seorang kakak perempuan yang sudah janda. Saat ini, kakak saya sudah tua dan sakit-sakitan. Kakak saya mempunyai dua orang anak kandung dan satu anak angkat.
Namun, saat ini, karena ayah mereka sudah meninggal dunia dan ibunya sudah semakin tua, saya mendengar bahwa mulai timbul perselisihan di antara mereka mengenai harta warisan.
Kedua anak kandung kakak saya menganggap anak angkat tersebut tidak memiliki hak waris. Namun, kakak saya beranggapan bahwa kedudukan anak angkat tersebut tidak ada bedanya dengan kedua anaknya yang lain. Ia pun berhak atas bagian harta warisan yang sama.
Yang ingin saya tanyakan, bagaimana sebenarnya kedudukan anak angkat dalam pembagian harta warisan? Terima kasih.

Ny Harun – Jakarta
 
Jawab:
Sebelumnya, saya ingin menjelaskan bahwa harus dilihat terlebih dahulu bagaimana status dan kedudukan anak angkat tersebut secara hukum. Hal ini berkaitan dengan bagaimana proses pengangkatan anak tersebut.
Apabila anak tersebut diangkat secara sah dan formal, yakni melalui proses adopsi anak yang ditetapkan oleh peraturan yang berlaku dan telah mendapatkan penetapan atau putusan pengadilan, maka anak tersebut memiliki kedudukan hukum yang setara dengan anak kandung.
Apabila anak ini hanya diangkat dan diasuh, tanpa pernah menempuh proses pengangkatan anak yang sah, maka anak tersebut tidak sama kedudukannya secara hukum dengan anak kandung. Menurut pasal 832 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata:
Menurut undang-undang yang berhak untuk menjadi ahli waris ialah para keluarga sedarah,baik sah maupun luar kawin dan si suami atau istri yang hidup terlama, semua menurut peraturan di bawah ini…
Artinya, mereka yang memiliki hak untuk mewaris adalah yang memiliki hubungan darah maupun hubungan perkawinan dengan pewaris. Di luar itu, undang-undang menutup adanya kemungkinan hak seseorang untuk menjadi ahli waris.
Karena itu, anak angkat yang memiliki hak mewaris ialah mereka yang telah diadopsi secara sah, sehingga di mata hukum mereka dianggap berkedudukan sebagai anak kandung.
Namun, apabila anak angkat tersebut tidak diadopsi secara sah, maka kedudukan mereka secara hukum tidak ‘berubah’ dan mereka tetap merupakan pihak luar yang tidak memiliki hubungan darah dan tidak memiliki hak untuk mewaris dari orang tua angkatnya.
Tetapi, hal ini tidak berarti anak angkat tersebut tertutup kesempatannya untuk mendapatkan bagian harta warisan dari orang tua angkatnya. Undang-undang masih memberikan kesempatan untuk memperoleh bagian harta warisan tersebut melalui hibah wasiat. Hal ini diatur dalam pasal 919 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata:
Bagian dari harta kekayaan seorang, yang mana ia diperbolehkan menggunakannya secara bebas, bolehlah ia memberikan atau menghibahkannya kepada orang lain, baik seluruhnya, maupun untuk sebagian, baik dengan perbuatan perdata antara yang masih hidup, maupun dengan surat wasiat, baik kepada orang-orang bukan ahli waris, maupun kepada anak-anaknya atau kepada mereka yang berhak menerima warisan…
Jadi, meski seorang anak angkat tidak memiliki hak waris, ia masih dapat memperoleh bagian dalam pewarisan dengan jalan hibah wasiat. Namun, yang wajib diingat, bagian hibah wasiat tersebut tidak boleh membuat bagian mutlak yang harus diterima ahli waris yang sah menjadi berkurang. Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 920 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata:
Terhadap segala pemberian atau penghibahan, baik antara yang masih hidup, maupun dengan surat wasiat yang mengakibatkan menjadi kurangnya bagian mutlak dalam sesuatu warisan, bolehlah kelak dilakukan pengurangan, bilamana warisan itu jatuh meluang, akan tetapi hanyalah atas tuntutan para waris mutlak dan ahli waris atau pengganti mereka…
Jadi, apabila hibah wasiat yang diterima seorang anak angkat mengakibatkan bagian warisan anak kandung berkurang, maka si anak kandung sebagai ahli waris yang sah berhak menuntut kekurangan bagian hak mereka. Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu permasalahan keluarga Anda.
(Diasuh Hotma P.D. Sitompoel, S.H., M.Hum. dan LBH Mawar Saron)/foto: net

 

About tabloid nyata

tabloid nyata
Tabloid Nyata Adalah tabloid mingguan yang menyajikan beragam berita hiburan untuk keluarga.Dikemas dengan bahasa yang mampu menggugah perasaan