Home ›› Koridor Hukum ›› Ancaman Pidana Persetubuhan

Ancaman Pidana Persetubuhan

Dibaca hari ini 4, Keseluruhan 6362 kali

Adik saya melakukan hubungan intim dengan pacarnya atas dasar suka sama suka. Pacarnya berjanji akan bertanggung jawab apabila adik saya hamil. Kemudian, adik saya hamil. Namun, pacar adik saya tidak mau bertanggung jawab. Alasannya karena perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Apakah pacar adik saya dapat dilaporkan telah melakukan pemerkosaan? Atau ancaman pidana apa yang dapat dikenakan kepada pacar adik saya? Terimakasih.
Dian, Bekasi

Terimakasih atas pertanyaannya. Saya akan menjawab pertanyaan ibu, Pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana menyatakan:
”Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.”

Berdasarkan pasal di atas, bahwa persetubuhan atau hubungan intim yang dilakukan adik ibu dengan pacarnya tidak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemerkosaan. Karena persetubuhan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.

Sayangnya, ibu tidak menyebutkan usia adik ibu ketika melakukan persetubuhan tersebut. Apakah sudah dewasa atau masih anak. Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan:
”Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.”

Apabila adik ibu ketika melakukan persetubuhan tersebut usianya belum genap berusia 18 (delapan belas) tahun, Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan:
“(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah).
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.”

Jika adik ibu belum berusia 15 (lima belas tahun), Pasal 287 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana menyatakan:
”Barangsiapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum lima belas tahun, atau kalau umurnya tidak jelas, bahwa belum waktunya untuk dikawinkan, diancam dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun.”

Dari ketentuan-ketentuan yang telah saya sebutkan di atas, maka pacar adik ibu tidak dapat dikenakan ancaman pidana pemerkosaan. Tetapi jika adik ibu masih berusia di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal-pasal di atas, pacar adik ibu dapat dikenakan ancaman pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur.
Demikian yang dapat saya sampaikan, kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan. Terimakasih. *Hotma P.D. Sitompoel, SH., M.Hum. dan LBH Mawar Saron/foto:net

About tabloid nyata

tabloid nyata
Tabloid Nyata Adalah tabloid mingguan yang menyajikan beragam berita hiburan untuk keluarga.Dikemas dengan bahasa yang mampu menggugah perasaan